Petani dan Belajar

Posted: April 17, 2013 in Pemandangan Alam
Tags: ,
Petani dan Belajar

Petani dan Belajar

Belajar dengan Makna yang Luas , Belajar tidak dapat hanya dimaknai dengan menimba ilmu dari sekolah. Belajar tidak harus selalu dikaitkan dengan mata pelajaran di sekolah. Bila Anda menyukai kegiatan bertanam entah tanaman pangan atau hortikultura Anda dapat belajar hal ini. Berkunjung ke perdesaan menemui petani lalu berbincang dengan mereka dapat dikatakan sebagai belajar. Bagi Anda yang telah menamatkan proses belajar di suatu institusi pendidikan, maka saya ucapkan selamat. Anda dapat dikatakan telah mencapai kesuksesan belajar akademis. Pengetahuan Anda akan ilmu yang Anda timba mungkin lebih luas dibandingkan dengan yang tidak menimba ilmu di institusi pendidikan. Namun, apa yang Anda dapatkan dari institusi pendidikan mungkin hanya sebatas teori, bukan praktik. Perkembangan belajar pun mengisyaratkan untuk juga menjadikan praktik sebagai bagian dari ilmu yang Anda miliki.

Belajar pada Petani
Belajar ke perdesaan bagi orang-orang mungkin diidentikan dengan latar belakang ilmu pertanian atau sejenisnya saja. Sebagai seseorang berlatar belakang ilmu sosial, saya pernah melakukan kunjungan ke desa untuk melakukan wawancara dalam rangka penyusunan tugas akhir. Desa yang saya kunjungi terletak di Barat Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dibalik stigmatisasi yang seringkali negatif pada petani, kita dapat belajar darinya.

Seorang petani memamerkan hasil panen singkongnya. Singkong itu berukuran kaki manusia dengan berat hingga 70 kilogramr. Hasil panen ini sempat dipamerkan dalam pameran pertanian. Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat pada masa itu, pun menyatakan kekagumannya. Bagaimana hal ini dapat terjadi ? Petani itupun mengatakan bahwa kunci suksesnya terletak dari teknik penanaman dan teknik pemupukan. Saat ditanya mengenai latar belakang pendidikan, petani itu mengatakan bahwa ia hanya lulusan sekolah rakyat (SR pada masa kini ialah sekolah dasar). Ia mengatakan bahwa pengetahuan didapatkan dari pengalaman bertaninya selama ini dan penelitian yang ia lakukan berkali-kali.

Apakah Anda gemar belajar dari pengalaman? Seberapa seringkah Anda melakukan penelitian? Tersentuhkah Anda bila petani saja dapat menciptakan inovasi sementara Anda belum sekalipun?
Belajar tidak harus melalui institusi pendidikan. Dari kunjungan ke perdesaan dan bertemu petani, kita dapat melakukan suatu kegiatan yang dinamakan belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s